Kamis, 26 September 2013
Minggu, 07 April 2013
Saya dan Visi Saya
Saya dan Visi Saya
Nama :
Aditya Tri Prihanto
NPM :10110218
Kelas :3ka09
Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta
pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari hari.
Nama saya Aditya Tri Prihanto panggilan sehari-hari Jackie
saya lahir dijakarta 26 Agustus 1991. Saya dilahirkan dikeluarga militer saya
anak ke3 dari 4 saudara yang terdiri 2 perempuan 2 laki-laki saya dibesarkan di
daerah Bekasi . pendidikan saya dari SD sampai SMA di Bekasi dan sekarang saya
melanjutkan studi di daerah Depok yaitu
di Universitas Gunadarma. Saya masuk Universitas Gunadarma pada tahun
2010.
Pada saat di SMA saya masuk dalam organisasi OSIS selama 2
tahun dalam menjabat sek bid Pecinta
Alam. Saya juga aktif dalam extrakulikuler Pecinta Alam di exkul ini saya
mendapat ilmu tentang alam dan sahabat yang
sampai sekarang masih berkumpul. Pendakian Gunung Gede Pangrango, dan
pelantikan adalah pengalaman yang paling tak terlupakan di organisasi inilah
saya mengerti apa artinya itu “Persahabatan”.
Kedepan saya berharap setelah lulus kuliah nanti, memproleh
suatu pekerjaan yang layak dan sesuia dengan bidang keahlian saya. Dan bisa
membantu perekonomian keluarga, sehingga bisa membuat bangga kedua orang tua
saya.
Demikian visi saya terimakasih...
Jumat, 18 Januari 2013
Arsitektur Android
Artikel tentang Arsitektur Android - Silahkan Anda copy Artikel berikut ini untuk menambah pengetahuan Anda. Architecture Operating System Android. Sistem Operasi Android.
![]() |
| Artikel tentang Arsitektur Android |
- Linux kernel - This is the kernel on which Android is based. This layer contains all the low level device drivers for the various hardware components of an Android device.
- Libraries - These contain all the code that provides the main features of an Android OS. For example, the SQLite library provides database support so that an application can use it for data storage. The WebKit library provides functionalities for web browsing.
- Android run time - At the same layer as the libraries, the Android run-time provides a set of core libraries that enable developers to write Android apps using the Java programming language. The Android run-time also includes the Dalvik virtual machine, which enables every Android application to run in its own process, with its own instance of the Dalvik virtual machine (Android applications are compiled into the Dalvik executables).
- Dalvik is a specialized virtual machine designed specifically for Android and optimized for battery-powered mobile devices with limited memory and CPU.
- Application framework - Exposes the various capabilities of the Android OS to application developers so that they can make use of them in their applications.
- Applications - At this top layer, you will find applications that ship with the Android device (such as Phone, Contacts, Browser, etc.), as well as applications that you download and install from the Android Market. Any applications that you write are located at this layer.
![]() |
| Artikel tentang Arsitektur Android |
1. Linux Kernel
Android dibangun di atas kernel Linux 2.6. Namun secara keseluruhan android bukanlah linux, karena dalam android tidak terdapat paket standar yang dimiliki oleh linux lainnya. Linux merupakan sistem operasi terbuka yang handal dalam manajemen memori dan proses. Oleh karenanya pada android hanya terdapat beberapa servis yang diperlukan seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, jaringan dan driver. Kernel linux menyediakan driver layar, kamera, keypad, WiFi, Flash Memory, audio, dan IPC (Interprocess Communication) untuk mengatur aplikasi dan lubang keamanan.
2. Libraries
Android menggunakan beberapa paket pustaka yang terdapat pada C/C++ dengan standar Berkeley Software Distribution (BSD) hanya setengah dari yang aslinya untuk tertanam pada kernel Linux. Beberapa pustaka diantaranya:
• Media Library untuk memutar dan merekam berbagai macam format audio dan video.
• Surface Manager untuk mengatur hak akses layer dari berbagai aplikasi.
• Graphic Library termasuk didalamnya SGL dan OpenGL, untuk tampilan 2D dan 3D.
• SQLite untuk mengatur relasi database yang digunakan pada aplikasi.
• SSl dan WebKit untuk browser dan keamanan internet.
Pustaka-pustaka tersebut bukanlah aplikasi yang berjalan sendiri, namun hanya dapat digunakan oleh program yang berada di level atasnya. Sejak versi Android 1.5, pengembang dapat membuat dan menggunakan pustaka sendiri menggunakan Native Development Toolkit (NDK).
3. Android Runtime
Pada android tertanam paket pustaka inti yang menyediakan sebagian besar fungsi android. Inilah yang membedakan Android dibandingkan dengan sistem operasi lain yang juga mengimplementasikan Linux. Android Runtime merupakan mesin virtual yang membuat aplikasi android menjadi lebih tangguh dengan paket pustaka yang telah ada. Dalam Android Runtime terdapat 2 bagian utama, diantaranya:
• Pustaka Inti, android dikembangkan melalui bahasa pemrograman Java, tapi Android Runtime bukanlah mesin virtual Java. Pustaka inti android menyediakan hampir semua fungsi yang terdapat pada pustaka Java serta beberapa pustaka khusus android.
• Mesin Virtual Dalvik, Dalvik merupakan sebuah mesin virtual yang dikembangkan oleh Dan Bornstein yang terinspirasi dari nama sebuah perkampungan yang berada di Iceland. Dalvik hanyalah interpreter mesin virtual yang mengeksekusi file dalam format Dalvik Executable (*.dex). Dengan format ini Dalvik akan mengoptimalkan efisiensi penyimpanan dan pengalamatan memori pada file yang dieksekusi. Dalvik berjalan di atas kernel Linux 2.6, dengan fungsi dasar seperti threading dan manajemen memori yang terbatas. [Nicolas Gramlich, Andbook, anddev.org]
4. Application Framework
Kerangka aplikasi menyediakan kelas-kelas yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi android. Selain itu, juga menyediakan abstraksi generik untuk mengakses perangkat, serta mengatur tampilan user interface dan sumber daya aplikasi. Bagian terpenting dalam kerangka aplikasi android adalah sebagai berikut [Hello Android 2nd Edition]:
1. Activity Manager, berfungsi untuk mengontrol siklus hidup aplikasi dan menjaga keadaan ”Backstack“ untuk navigasi penggunaan.
2. Content Providers, berfungsi untuk merangkum data yang memungkinkan digunakan oleh aplikasi lainnya, seperti daftar nama.
3. Resuource Manager, untuk mengatur sumber daya yang ada dalam program. Serta menyediakan akses sumber daya diluar kode program, seperti karakter, grafik, dan file layout.
4. Location Manager, berfungsi untuk memberikan informasi detail mengenai lokasi perangkat android berada.
5. Notification Manager, mencakup berbagai macam peringatan seperti, pesan masuk, janji, dan lain sebagainya yang akan ditampilkan pada status bar.
5. Application Layer
Puncak dari diagram arsitektur android adalah lapisan aplikasi dan widget. Lapisan aplikasi merupakan lapisan yang paling tampak pada pengguna ketika menjalankan program. Pengguna hanya akan melihat program ketika digunakan tanpa mengetahui proses yang terjadi dibalik lapisan aplikasi. Lapisan ini berjalan dalam Android runtime dengan menggunakan kelas dan service yang tersedia pada framework aplikasi.
Lapisan aplikasi android sangat berbeda dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Pada android semua aplikasi, baik aplikasi inti (native) maupun aplikasi pihak ketiga berjalan diatas lapisan aplikasi dengan menggunakan pustaka API (Application Programming Interface) yang sama.
sumber: http://eftutor.blogspot.com/2012/11/artikel-tentang-arsitektur-android.html
Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua dalam Pendidikan
Kisruhnya pendidikan di republik ini berkaitan dengan lemahnya peran orang tua dan masyarakat. Pendidikan diserahkan hampir sepenuhnya kepada pemerintah. Minim perhatian terhadap apa yang terjadi di seputar pendidikan baik itu guru, kurikulum dan metode pengajaran. Tidak heran pendidikan di republik ini menghasilkan manusia-manusia yang tidak sesuai dengan harapan.
Peranan orang tua dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari tugas manusia secara umum.
Peranan orang tua dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari tugas manusia secara umum.
Dari sejarah dapat dilihat bahwa tugas pokok manusia tersimpan dalam kutipan berikut, "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.
Bila dipilah, tugas pertama manusia adalah beranak cucu dan bertambah banyak.
Manusia diberi mandat untuk mempunyai keturunan yang berkualitas- rohani, intelek, emosi, kehendak dan phisik yang sehat. Dengan kata lain, manusia diperintahkan untuk menghasilkan manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang mirip dengan Penciptanya. Hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakannya seirama dengan hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakan PenciptaNya. Ada kemiripan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pikiran dan tindakan manusia merupakan derivatif dari pikiran dan tindakan Tuhan.
Tugas manusia yang kedua adalah memenuhi dan menaklukkan bumi dan menguasai yang ada di dalamnya.
Ada hubungan yang tidak terpisahkan antara tugas yang pertama dan yang kedua. Dengan bertambahnya keturunan manusia yang "seutuhnya", diharapkan daerah-daerah yang kosong dapat dihuni, dikuasai, dan dipelihara. Ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi ada dalam kuasa mereka. Mereka harus merawat lingkungan di mana mereka hidup, memelihara tanah agar tetap baik dan subur, menjaga binatang agar tetap lestari. Dengan kata lain, manusia diberi kuasa untuk memelihara dan mengembangkan bumi dan segala isinya.
Dalam kedua tugas itu sudah tersimpan esensi pendidikan.
Tugas manusia yang kedua adalah memenuhi dan menaklukkan bumi dan menguasai yang ada di dalamnya.
Ada hubungan yang tidak terpisahkan antara tugas yang pertama dan yang kedua. Dengan bertambahnya keturunan manusia yang "seutuhnya", diharapkan daerah-daerah yang kosong dapat dihuni, dikuasai, dan dipelihara. Ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi ada dalam kuasa mereka. Mereka harus merawat lingkungan di mana mereka hidup, memelihara tanah agar tetap baik dan subur, menjaga binatang agar tetap lestari. Dengan kata lain, manusia diberi kuasa untuk memelihara dan mengembangkan bumi dan segala isinya.
Dalam kedua tugas itu sudah tersimpan esensi pendidikan.
Peran orang tua sangat besar dalam mendidik anaknya. Seorang ibu yang melahirkan anak menjaga dan memeliharanya dengan baik. Ibu menyusui anaknya; orang tua memperkenalkan alam kepada anaknya: bunga di halaman rumah, burung dalam sangkar dan yang lain-lain.
Mereka terus mendidik anaknya dengan sabar agar dapat mengucapkan kata, berbicara, makan dan berjalan sendiri. Mereka mengenalkan alam kepada anaknya dan memberikan contoh bagaimana melakukan tugas sehari-hari di rumah: mencuci piring, memasak, membersihkan rumah dan sebagainya.
Bahkan sampai menginjak dewasa, orang tua masih terus mendidik anaknya agar menjadi anak yang mandiri dan matang, dan dapat menjalani hidupnya sendiri. Selain itu, orang tua memberikan nilai-nilai etis: apa yang baik dan yang tidak baik bagi masyarakat.
Apa yang diberikan orang tua kepada putra-putrinya merupakan esensi dari pendidikan secara umum.
Apa yang diberikan orang tua kepada putra-putrinya merupakan esensi dari pendidikan secara umum.
Orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Orang tua mendidik anaknya tentang prinsip hidup; bagaimana anak seharusnya hidup; bagaimana anak berinteraksi kepada Penciptanya, sesama manusia dan alam. Meminjam istilah para filosof, orang tua mengajarkan kebenaran kepada putra-putrinya.
Apakah peran orang tua masih dominan dalam pendidikan anak-anaknya sekarang? Tugas itu, bila tidak semuanya, hampir semua sudah diambil alih oleh pemerintah. Hak mendidik anak yang seharusnya merupakan tanggung jawab orang tua, sekarang ada di tangan pemerintah. Pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan. Pemerintah menentukan apa yang akan diajarkan kepada siswa dan menentukan siapa yang mendidik mereka.
Peran pemerintah yang begitu besar mengundang beberapa pertanyaan. Apakah ada garansi bahwa guru mendidik murid seperti orang tua mendidik anaknya? Apakah ada garansi bahwa materi pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua? Sejauh mana seharusnya pemerintah menentukan kebijakan pendidikan? Namun, masyarakat tidak begitu perduli dengan hal ini. Kalaupun ada yang peduli, isu-isu yang mereka ajukan tidak diabaikan.
Dituntut sebuah kesadaran, peran orang tua dan masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan yang baik. Masih diperlukan banyak pemikiran bagaimana pendidikan yang menghasilkan anak didik yang taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan yang berkarakter
sumber: http://www.putra-putri-indonesia.com/peran-orang-tua.html
Peran pemerintah yang begitu besar mengundang beberapa pertanyaan. Apakah ada garansi bahwa guru mendidik murid seperti orang tua mendidik anaknya? Apakah ada garansi bahwa materi pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua? Sejauh mana seharusnya pemerintah menentukan kebijakan pendidikan? Namun, masyarakat tidak begitu perduli dengan hal ini. Kalaupun ada yang peduli, isu-isu yang mereka ajukan tidak diabaikan.
Dituntut sebuah kesadaran, peran orang tua dan masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan yang baik. Masih diperlukan banyak pemikiran bagaimana pendidikan yang menghasilkan anak didik yang taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan yang berkarakter
sumber: http://www.putra-putri-indonesia.com/peran-orang-tua.html
Sabtu, 06 Oktober 2012
Portofolio
Nama : Aditya Tri Prihanto
NPM : 10110218
Kelas : 3KA09
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat tanggal lahir : jakarta,26 Agustus 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi,berat badan : 167,60 kg
Agama : Islam
Alamat lengkap : jl.Masjid al-ikhlas1 no.20 Aren jaya-Bekasi timur
No Telp : 081286761834
E-mail : adithahn@ymail.com
Pendidikan
1997-2003 : SDN Arenjaya1
2003-2007 : SMPN 11 Bekasi
2007-2010 : SMA PGRI 1 Bekasi
Kemampuan
1. Photoshop
Piagam
1. Pusat Pendidikan Terpadu Zenith, 2007
2. Juara Umum Model Vestival Penjasor, 2007
3. Perkemahan Terpadu Penggalang dan Penegak di Lingkungan PPLP DASEMEN PGRI,2008
4. Pelatihan Sablon,2008
5. Pemecahan Rekor Muri Lompat Tali dan Multi Event Model kompetisi penjasor,2008
6. Test of English as a Foreign Language,2010
7. OSIS SMA PGRI 1 Bekasi,2007-2009
NPM : 10110218
Kelas : 3KA09
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat tanggal lahir : jakarta,26 Agustus 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi,berat badan : 167,60 kg
Agama : Islam
Alamat lengkap : jl.Masjid al-ikhlas1 no.20 Aren jaya-Bekasi timur
No Telp : 081286761834
E-mail : adithahn@ymail.com
Pendidikan
1997-2003 : SDN Arenjaya1
2003-2007 : SMPN 11 Bekasi
2007-2010 : SMA PGRI 1 Bekasi
Kemampuan
1. Photoshop
Piagam
1. Pusat Pendidikan Terpadu Zenith, 2007
2. Juara Umum Model Vestival Penjasor, 2007
3. Perkemahan Terpadu Penggalang dan Penegak di Lingkungan PPLP DASEMEN PGRI,2008
4. Pelatihan Sablon,2008
5. Pemecahan Rekor Muri Lompat Tali dan Multi Event Model kompetisi penjasor,2008
6. Test of English as a Foreign Language,2010
7. OSIS SMA PGRI 1 Bekasi,2007-2009
Rabu, 03 Oktober 2012
Implemntasi Grafik Komp & Pengolahan Citra Dalam Kehidupan Sehari-hari
Grafik komputer merupakan salah satu ilmu yang dipelajari di
teknik informatika dan ilmu komputer. Aplikasi grafik komputer ini sangat
sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu pemilihan software yang
tepat akan sangat membantu menciptakan bentuk-bentuk objek dengan realisme
nyata. Borland C++ Builder Prefessional merupakan salah satu bahasa pemrograman
yang menyediakan tool-tool dan fungsi-fungsi untuk pembuatan aplikasi grafik.
Ada lagi fasilitas-fasilitas GDI (Grafical Device Interface)
yang dipunyai oleh Borland C++ Builder ini akan sangat memudahkan penggunanya
dalam menciptakan aplikasi grafik.
Borland C++ Builder menyediakan beberapa algoritma untuk
mempresentasikan objek agar terlihat lebih nyata.
Adapun perbedaan grafik komputer dan pengolahan citra.
Grafik komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu objek gambar.
Sedangkan pengolahan citra adalah mengolah sebuah citra lama sehingga menjadi
citra baru.
Contoh Grafik komputer dalam kehidupan sehari – hari :
1.Bidang hiburan.
Misalkan pada film,grafik komputer menghasilkan efek animasi yang baik.
CONTOH KARYA ANIMASI DALAM SEBUAH FILM
2.Bidang Pendidikan,grafik
komputer pada pendidikan digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada
siswa secara nyata, dapat melalui power point ataupun software lainnya.
CONTOH GAMBAR SEBUAH PRESENTASI
3.Computer Art
Computer art adalah penggunaan komputer grafis untuk
menghasilkan karya-karya seni.
Hasil dapat berupa kartun, potret, foto, layout media cetak,
logo, lukisan abstrak, desain
interior atau eksterior, dan lain sebagainya. Contoh: Adobe
Photoshop, Corel Painter, GIMP.
GAMBAR GIMP—APLIKASI
IMAGE EDITING UNTUK DIGITAL ART
4.Video Game
Video game adalah permainan yang melibatkan interaksi dengan
user interface untuk
menghasilkan umpan balik berupa visualisasi pada perangkat
video. Aplikasi banyak beredar
di pasaran mulai yang sederhana 2 dimensi, seperti tetris,
hingga yang rumit, 3 dimensi, dan
memerlukan resource banyak, seperti game sepakbola Winning
Eleven. Dari yang yang
standalone hingga online network, seperti Ragnarok. Dari PC,
console, hingga mobile devices.
GAMBARVIDEO GAME MENGGUNAKAN GRAFIK KOMPUTER. GAMBAR
INIADALAH PERMAINAN TETRIS & SEPAK BOLA
5.Computer-Aided
Design (CAD)
CAD adalah alat bantu berbasis komputer yang digunakan dalam
proses analisis dam desain,
khusunya untuk sistem arsitektural dan engineering. CAD
banyak digunakan dalam
mendesain bagunan, mobil, pesawat, komputer, alat-alat
elektronik, peralatan rumah
tangga, dan berbagai produk lainnya.
CONTOH APLIKASINYA : AUTO-CAD
6.Computer-Aided
Sofware Engineering (CASE)
CASE mirip dengan CAD tetapi digunakan dalam bidang sofware
engineering. CASE digunakan Dalam memodelkan user requirement, pemodelan
basisdata, workflow dalam proses bisnis, struktur program, dan sebagainya.
Contoh aplikasi: Rational Rose, SyBase Power Designer.
7. Virtual Reality
Virtual Reality adalah lingkungan virtual yang seakan-akan
begitu nyata di mana user dapat Berinteraksi dengan objek-objek dalam suasana
atau lingkungan 3 dimensi. Perangkat keras khusus digunakan untuk memberikan
efek pemadangan 3 dimensi dan memampukan user beriteraksi dengan objek-objek
yang ada dalam lingkungan. Contoh: aplikasi VR parachute trainer yang digunakan
oleh U.S. Navy untuk latihan terjun payung. Aplikasi ini dapat memberikan
keutungan berupa mengurangi resiko cedera selama latihan, mengurangi biaya
penerbangan, melatih perwira sebelum melakukan terjun payung sesungguhnya.
8. Visualisasi Data
Visualisasi Data adalah teknik-teknik membuat image,
diagram, atau animasi untuk Mengkomunikasikan pesan. Visualisasi telah menjadi
cara yang efektif dalam mengkomunikasikan baik data atau ide abstrak maupun
nyata sejak permulaan manusia. Contoh: visualisasi dari struktur protein,
strutur suatu website, visualisasi hasil data mining.
Contoh Implementasi Dari Olah Citra Dalam
Kehidupan Sehari-Hari
1.Bidang kesehatan, digunakan untuk rontgen tubuh manusia
yang berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan di tubuh.
CONTOH GAMBAR RONTGEN
2.Bidang visual, bisa digunakan untuk pemotretan lewat
satelit, GPS, foto kamera dan lain-lain.
CONTOH GAMBAR YANG DI AMBIL OLEH SATELITE
3.Mikroskop elektron adalah salah satu contoh dari
pengolahan citra dalam bidang kedokteran, yang di maksud dengan mikroskop
elektron adalah sebuah mikroskop yang dapat memperbesar detail sangat kecil
dengan kekutan sehingga menyelesaikan tinggi akibat penggunaan elektron sebagai
sumber penerangannya. Pembesaran dalam hal ini di tingkat hingga 2.000.000
kali. Adapun kegunaan dari mikroskop elektron yaitu digunakan dalam patologi anatomi. Patologi anatomi ini
berfungsi untuk mengindentifikasi organel dalam sel namun kegunaanya telah
sangat dikurangi dengan immunhistochemistry tetapi masih tak tergantikan untuk
diagnosis penyakit ginjal, identifikasi sindrom silia immotile dan banyak
tugas-tugas lainnya.
Contoh aplikasi
lainnya :
* pemetaaan tutupan lahan dan pendeteksian perubahan lahan
* penilaian pertanian dan monitoring
* manajemen pantai dan sumber daya laut
* explorasi mineral
* explorasi minyak dan gas
* manajemen sumber daya hutan
* perencanaan kota dan pendeteksian perubahan lahan kota
* pemasangan dan perencanaan telekomunikasi
* oseanografi fisik
* pemetaan topografis dan geologis
* pemetaan dan pendeteksian es laut
Pers Islam di Indonesia dalam Kebebasan Dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Untuk mencapai sasaran dari berbagai program
pembangunan, termasuk program pembangunan di bidang agama, suatu hal
yang tidak boleh dikesampingkan adalah keikutsertaan bidang kerja pers
(jurnalistik) serta berbagai sarana komunikasi yang menyalurkan dan
membawa gema, pesan maupun aktivitas pembangunan itu sendiri.
Dalam kaitan itu, aktivitas pers serta
komunikasi ditujukan atau diarahkan guna mencapai serta mewujudkan iklim
yang dapat menumbuhkan pengertian yang tepat di kalangan masyarakat
akan tujuan pembangunan tersebut.
Sebelum menjadi realitas sehari-hari,
konsepsi kebebasan dan pelaksanaan kebebasan pers akhirnya tidak dapat
dipisahkan dari pandangan masyarakat terhadap citra pers.
Peranan dan efektivitas pers sebagai sarana
komunikasi dalam memperlancar pembangunan serta mewujudkan terjadinya
perubahan-perubahan sosial yang positif dengan membawa berbagai
informasi dan gagasan guna membangkitkan gairah masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pembangunan sudah cukup dirasakan.
Jadi, pers merupakan sarana memberikan
informasi kepada khalayak ramai yang sifatnya positip sehingga
masyarakat mengetahui fakta-fakta atau berita-berita yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari atau hal-hal yang berkaitan dengan suatu peristiwa
penting. Oleh karena itu, dalam makalah ini bagaimanakah kebebasan pers
dan tanggung jawab pers menurut pandangan Islam.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Pengertian kebebasan dan tanggung jawab pers
b. Grafik Pelaksanaan Kebebasan Pers
c. Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam
d. Pers dan perubahan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB PERS
MENURUT PANDANGAN ISLAM
A. Pengertian Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers
Bebas artinya lepas, tidak tergantung,
merdeka, tidak diwajibkan: bebas daripada membayar pajak, lepas dalam
rumahnya tiap-tiap orang bebas berbuat sekehendak hatinya asal jangan
mengganggu kesenangan orang.[1]
Dalam TAP MPR No. IV/1973 dikatakan dengan
jelas tentang pembinaan pers yang sehat, yakni bebas dan bertanggung
jawab yang memungkinkan pers di satu pihak memberikan penerangan kepada
masyarakat seluas mungkin dan sobyektif mungkin, di lain pihak merupakan
saluran pendapat rakyat yang konstruktif. Unsur bebas dan bertanggung
jawab dalam keseimbangan yang selaras, jelas telah diletakkan secara
formal dalam Ketetapan MPR yang bersangkutan, begitu pula dalam
Undang-Undang tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers, khususnya yang
bersangkutan dengan fungsi, kewajiban dan hak pers.
Namun juga sebagaimana tertuang dalam pasal 5
Undang-undang Pokok Pers, imbangan terhadap kebebasan tersebut yang
berupa tanggung jawab nasional dalam pelaksanaan fungsi, kewajiban dan
hak pers, selalu disebutkan dalam satu nafas dengan kebebasan tersebut.
Kebebasan pers ini dirumuskan baik dalam
bentuk-bentuk yang positif (bebas untuk menjalankan kontrol, kritik dan
koreksi yang konstruktif sebagaimana yang disebut dalam pasal 3
Undang-undang Pokok Pers), maupun dalam bentuk yang negatif.
Sebelum menjadi realitas sehari-hari,
konsepsi kebebasan dan pelaksanaan kebebasan pers akhirnya tidak dapat
dipisahkan dari pandangan masyarakat terhadap citra pers.
B. Grafik Pelaksanaan Kebebasan Pers
Pelaksanaan konsep kebebasan pers akan selalu
dipengaruhi berbagai faktor yang melingkupinya. Artinya, pelaksanaan
kebebasan pers, baik di Amerika maupun di Indonesia, bukanlah sesuatu
yang bebas dari pengaruh nilai-nilai yang berlaku dan berkembang pada
saat konsep kebebasan itu dilaksanakan. Begitu pula pelaksanaan konsep
kebebasan pers amat tergantung kepada masalah-masalah teknis hukum,
sehingga dapat saja terjadi dalam praktiknya justru menjadi kabur.
Faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan
konsep kebebasan pers adalah sikap per situ sendiri. citra pemakaian
kebebasan pers akan memberikan dampak luas terhadap pelaksanaan
kebebasan pers. Dengan kata lain, pelaksanaan kebebasan pers pada
akhirnya ditentukan oleh hasil interaksi faktor-faktor yang melingkupi
kebebasan per situ sendiri.
C. Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam
Kebebasan pers di Indonesia berlandaskan, dari masing-masing seginya di bawah ini:
a. Idiil : pada Pancasila[2]
b. Konstitusional: pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR.
c. Strategis : pada Garis-garis Besar Haluan Negara
d. Yuridis: pada Undang-Undang N0.11 tahun
1966 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers serta segenap
peraturan-peraturan pelaksanaannya.
e. Kemasyarakatan: pada tata nilai sosial yang berlaku pada masyarakat Indonesia.
f. Etis: pada norma-norma kode etik profesionil.
Dalam alam pembangunan, kebebasan pers perlu
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab terhadap stabilitas nasional,
kesamaan dan ketertiban umum. Kebebasan pers perlu pula dilaksanakan
dengan landasan sikap yang dewasa dan dalam suasana harmoni terhadap
lingkungan, sehingga merangsang tumbuhnya kreativitas masyarakat dan
tidak sebaliknya menimbulkan ketegangan-ketegangan yang bersifat
antagonis. Suatu penerapan kebebasan pers atas dasar nilai-nilai lain
yang tidak cocok dengan sistim nilai lingkungan yang ada akan
menimbulkan distansi-distansi yang tidak menguntungkan, dan
kadang-kadang mengakibatkan gejolak-gejolak dan ketegangan-ketegangan
sosial.
Kebebasan dan tanggung jawab pers dalam Islam
sebenarnya tidak ada permasalahan selama tidak menyimpang dari norma,
etika dan moral. Sebagai contoh dalam Islam juga memerlukan pers, sebab
kebebasan pers itu artinya sekehendak siapapun juga tanpa ada yang
mengganggu akhirnya dakwah pun bisa secara pers. Akan tetapi berdakwah
lewat pers tentunya memiliki teori-teori atau cara-cara tersendiri yang
sangat berkaitan erat dengan metode-metode jurnalistik yang ada dalam
kaidah-kaidah ilmu komunikasi massa. Makanya untuk mendukung itu semua
dalam pendidikan perguruan tinggi Islam menyelenggarakan pendidikan
penyiaran dan komunikasi dan dakwah.[3]
Sesungguhnya sejak masa kebangkitan dan
perkembangan islam, berdakwah melalui pers sudah dipandang Rasulullah
saw sebagai salah satu bentuk atau langkah dakwah efektif.
Secara sederhana, jurnalistik dakwah bisa
diartikan sebagai kegiatan berdakwah melalui karya tulisan. Karya
tulisan itu dimuat di media pers. Baik dalam bentuk berita, feature,
artikel, laporan, tajuk dan karya jurnalistik lainnya.
Karena dimaksudkan sebagai pesan dakwah, maka
karya-karya jurnalistik itu sudah barang tentu berisi ajakan atau
seruan mengenai pentingnya meraih keberhasilan, mencapai kemajuan,
mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kenistaan. Ajakan dan seruan yang
semuanya bersumber dari aqidah Islam, tauhid dan keimanan.
Kebebasan pers dalam menurut pandangan Islam
harus sesuai dengan azas atau norma yang berlaku jangan sampai pers
tersebut menyimpang dari azas atau norma tersebut. Sekarang ini kita
liat realitanya banyak pers yang menyimpang dari ajaran-ajaran norma
yang berlaku misalnya maraknya pers majalah yang bersifat negatif porno
aksi, hal tersebut menyimpang dari ajaran agama Islam.
Adapun azas atau norma dalam kebebasan pers sebagai berikut:
1) Azas manfaat, yakni yang dalam
penerapannya di bidang dalam pers mengandung pengertian, bahwa segala
pemberitaan dan ulasan dalam pers/suratkabar harus dapat dimanfaatkan
sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, bagi peningkatan kesejahteraan rakyat
dan pengembangan pribadi warga Negara .
2) Azas perikehidupan dalam
keseimbangan, yakni yang dalam penerapannya di bidang pers mengandung
pengertian bahwa dalam segala pemberitaan dan ulasannya, pers/suratkabar
memegang teguh pemberitaan antar yang dimilikinya dalam menjalankan
kritik-kritik dan control social yang kunstruktif, dan tanggung jawab
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kesalamatan rakyat, ketertiban umum dan
keamanan Negara, moral, dan tata susila serta kepribadian bangsa.
D. Pers Dan Perubahan Sosial
a. Arah Perkembangan Media Massa Deasa Ini, peranan
media massa dalam pembangunan dapat di tinjau dari berbagai segi. Hal
itu, misalnya, dapat didekati atas dasar penelitian kepustakaan, dengan
mengumpulkan, mempelajari, dan menganalisa semua literatur tentang
peranan media massa dalam pembangunan. Orang juga dapat melihatnya atas
dasar hasil penelitian sendiri atau penelitian orang lain. Pendekatan
empiris itu banyak dilakukan dan menjadi bahan penulisan berbagai buku
tentang komunikasi massa dan pembangunan.
b. Media Massa Dan Masyarakat, hubungan
antara media dan masyarakat menjadi bahan pembahasan yang tak ada
habis-habisnya. Hubungan itu kausal atau fungsional? Jika hubungannya
kausal; pertanyaan yang minta jawaban adalah: siapa penyebabnyadan siapa
yang menanggung akibatnya. Pernah diperkirakan, yang menjadi penyebab
dalam relasi yang kausal itu ialah masyarakat dan lembaganya yang
memiliki kekuasaan eksekutif, yaitu pemerintah. Berbagai reaksi timbul
terhadap pemikiran ekstrem itu; ada periode, ketika yang ditempatkan
sebagai penyebab ialah media massa. Media massa penyebab semua pengaruh
terhadap masyarakat.
c. Mendorong kemajuan masyarakat, premis
bahwa media massa harus lebih dulu memahami persoalan-persoalan pokok
masyarakat bangsanya, amat sentral. Misalnya, media memahami bahwa
masyarakat indonesia ialah masyarakat majemuk dalam berbagai latar
belakangnya, suku bangsa, keturunan, agama, kebudayaan, lingkungan dan
daerah. Bahwa dalam masyarakat, ada nilai-nilai yang dapat menjadi
instrumen dan perangsang kemajuan, adapula nilai-nilai yang menjadi
penghambat; ada nilai-nilai yang konservatif, ada yang progresif. Ada ua
kecenderungan yang saling menunjukkan kekuatan dan melakukan suatu
kompetisi, yaitu; 1. Kecenderungan-kecenderungan primordial, beberapa di
antaranya amat kuat; dan 2. Kecenderungan-kecenderungan pembebasan di
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bebas artinya lepas, tidak tergantung,
merdeka, tidak diwajibkan: bebas daripada membayar pajak, lepas dalam
rumahnya tiap-tiap orang bebas berbuat sekehendak hatinya asal jangan
mengganggu kesenangan orang.
Dalam TAP MPR No. IV/1973 dikatakan dengan
jelas tentang pembinaan pers yang sehat, yakni bebas dan bertanggung
jawab yang memungkinkan pers di satu pihak memberikan penerangan kepada
masyarakat seluas mungkin dan sobyektif mungkin, di lain pihak merupakan
saluran pendapat rakyat yang konstruktif. Unsur bebas dan bertanggung
jawab dalam keseimbangan yang selaras, jelas telah diletakkan secara
formal dalam Ketetapan MPR yang bersangkutan, begitu pula dalam
Undang-Undang tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers, khususnya yang
bersangkutan dengan fungsi, kewajiban dan hak pers.
Kebebasan dan tanggung jawab pers dalam Islam
sebenarnya tidak ada permasalahan selama tidak menyimpang dari norma,
etika dan moral. Sebagai contoh dalam Islam juga memerlukan pers, sebab
kebebasan pers itu artinya sekehendak siapapun juga tanpa ada yang
mengganggu akhirnya dakwah pun bisa secara pers. Akan tetapi berdakwah
lewat pers tentunya memiliki teori-teori atau cara-cara tersendiri yang
sangat berkaitan erat dengan metode-metode jurnalistik yang ada dalam
kaidah-kaidah ilmu komunikasi massa. Makanya untuk mendukung itu semua
dalam pendidikan perguruan tinggi Islam menyelenggarakan pendidikan
penyiaran dan komunikasi dan dakwah.
Daftar Pustaka
Simorangkir, Hukum dan Kebebasan Pers, (Bandung: Binacipta, 1980), hal. 14
Sumono Mustoffa, Kebebasan Pers Fungsional, (Jakarta: PT Inti Idayu Press, 1978), hal.62
Sutirman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995), hal. 14
sumber : http://edukasi.kompasiana.com
Langganan:
Postingan (Atom)



