Minggu, 07 April 2013

Saya dan Visi Saya

Saya dan Visi Saya

Nama                                    : Aditya Tri Prihanto
NPM                                      :10110218
Kelas                                     :3ka09

Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari hari.
Nama saya Aditya Tri Prihanto panggilan sehari-hari Jackie saya lahir dijakarta 26 Agustus 1991. Saya dilahirkan dikeluarga militer saya anak ke3 dari 4 saudara yang terdiri 2 perempuan 2 laki-laki saya dibesarkan di daerah Bekasi . pendidikan saya dari SD sampai SMA di Bekasi dan sekarang saya melanjutkan studi di daerah Depok  yaitu di Universitas  Gunadarma.  Saya masuk Universitas Gunadarma pada tahun 2010.
Pada saat di SMA saya masuk dalam organisasi OSIS selama 2 tahun dalam menjabat sek bid  Pecinta Alam. Saya juga aktif dalam extrakulikuler Pecinta Alam di exkul ini saya mendapat ilmu tentang alam dan sahabat  yang sampai sekarang masih berkumpul. Pendakian Gunung Gede Pangrango, dan pelantikan adalah pengalaman yang paling tak terlupakan di organisasi inilah saya mengerti apa artinya itu “Persahabatan”.
Kedepan saya berharap setelah lulus kuliah nanti, memproleh suatu pekerjaan yang layak dan sesuia dengan bidang keahlian saya. Dan bisa membantu perekonomian keluarga, sehingga bisa membuat bangga kedua orang tua saya. 

Demikian visi saya terimakasih...

Jumat, 18 Januari 2013

Arsitektur Android

Artikel tentang Arsitektur Android - Silahkan Anda copy Artikel berikut ini untuk menambah pengetahuan Anda. Architecture Operating System Android. Sistem Operasi Android.

Artikel tentang Arsitektur Android
Artikel tentang Arsitektur Android

  • Linux kernel - This is the kernel on which Android is based. This layer contains all the low level device drivers for the various hardware components of an Android device.

  • Libraries - These contain all the code that provides the main features of an Android OS. For example, the SQLite library provides database support so that an application can use it for data storage. The WebKit library provides functionalities for web browsing.
  • Android run time - At the same layer as the libraries, the Android run-time provides a set of core libraries that enable developers to write Android apps using the Java programming language. The Android run-time also includes the Dalvik virtual machine, which enables every Android application to run in its own process, with its own instance of the Dalvik virtual machine (Android applications are compiled into the Dalvik executables). 
  • Dalvik is a specialized virtual machine designed specifically for Android and optimized for battery-powered mobile devices with limited memory and CPU.
  • Application framework - Exposes the various capabilities of the Android OS to application developers so that they can make use of them in their applications.
  • Applications - At this top layer, you will find applications that ship with the Android device (such as Phone, Contacts, Browser, etc.), as well as applications that you download and install from the Android Market. Any applications that you write are located at this layer.
Artikel tentang Arsitektur Android
Artikel tentang Arsitektur Android
1. Linux Kernel
Android dibangun di atas kernel Linux 2.6. Namun secara keseluruhan android bukanlah linux, karena dalam android tidak terdapat paket standar yang dimiliki oleh linux lainnya. Linux merupakan sistem operasi terbuka yang handal dalam manajemen memori dan proses. Oleh karenanya pada android hanya terdapat beberapa servis yang diperlukan seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, jaringan dan driver. Kernel linux menyediakan driver layar, kamera, keypad, WiFi, Flash Memory, audio, dan IPC (Interprocess Communication) untuk mengatur aplikasi dan lubang keamanan.

2. Libraries
Android menggunakan beberapa paket pustaka yang terdapat pada C/C++ dengan standar Berkeley Software Distribution (BSD) hanya setengah dari yang aslinya untuk tertanam pada kernel Linux. Beberapa pustaka diantaranya:
• Media Library untuk memutar dan merekam berbagai macam format audio dan video.
• Surface Manager untuk mengatur hak akses layer dari berbagai aplikasi.
• Graphic Library termasuk didalamnya SGL dan OpenGL, untuk tampilan 2D dan 3D.
• SQLite untuk mengatur relasi database yang digunakan pada aplikasi.
• SSl dan WebKit untuk browser dan keamanan internet.
Pustaka-pustaka tersebut bukanlah aplikasi yang berjalan sendiri, namun hanya dapat digunakan oleh program yang berada di level atasnya. Sejak versi Android 1.5, pengembang dapat membuat dan menggunakan pustaka sendiri menggunakan Native Development Toolkit (NDK).

3. Android Runtime
Pada android tertanam paket pustaka inti yang menyediakan sebagian besar fungsi android. Inilah yang membedakan Android dibandingkan dengan sistem operasi lain yang juga mengimplementasikan Linux. Android Runtime merupakan mesin virtual yang membuat aplikasi android menjadi lebih tangguh dengan paket pustaka yang telah ada. Dalam Android Runtime terdapat 2 bagian utama, diantaranya:

• Pustaka Inti, android dikembangkan melalui bahasa pemrograman Java, tapi Android Runtime bukanlah mesin virtual Java. Pustaka inti android menyediakan hampir semua fungsi yang terdapat pada pustaka Java serta beberapa pustaka khusus android.
• Mesin Virtual Dalvik, Dalvik merupakan sebuah mesin virtual yang dikembangkan oleh Dan Bornstein yang terinspirasi dari nama sebuah perkampungan yang berada di Iceland. Dalvik hanyalah interpreter mesin virtual yang mengeksekusi file dalam format Dalvik Executable (*.dex). Dengan format ini Dalvik akan mengoptimalkan efisiensi penyimpanan dan pengalamatan memori pada file yang dieksekusi. Dalvik berjalan di atas kernel Linux 2.6, dengan fungsi dasar seperti threading dan manajemen memori yang terbatas. [Nicolas Gramlich, Andbook, anddev.org]

4. Application Framework
Kerangka aplikasi menyediakan kelas-kelas yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi android. Selain itu, juga menyediakan abstraksi generik untuk mengakses perangkat, serta mengatur tampilan user interface dan sumber daya aplikasi. Bagian terpenting dalam kerangka aplikasi android adalah sebagai berikut [Hello Android 2nd Edition]:

1. Activity Manager, berfungsi untuk mengontrol siklus hidup aplikasi dan menjaga keadaan ”Backstack“ untuk navigasi penggunaan.
2. Content Providers, berfungsi untuk merangkum data yang memungkinkan digunakan oleh aplikasi lainnya, seperti daftar nama.
3. Resuource Manager, untuk mengatur sumber daya yang ada dalam program. Serta menyediakan akses sumber daya diluar kode program, seperti karakter, grafik, dan file layout.
4. Location Manager, berfungsi untuk memberikan informasi detail mengenai lokasi perangkat android berada.
5. Notification Manager, mencakup berbagai macam peringatan seperti, pesan masuk, janji, dan lain sebagainya yang akan ditampilkan pada status bar.

5. Application Layer
Puncak dari diagram arsitektur android adalah lapisan aplikasi dan widget. Lapisan aplikasi merupakan lapisan yang paling tampak pada pengguna ketika menjalankan program. Pengguna hanya akan melihat program ketika digunakan tanpa mengetahui proses yang terjadi dibalik lapisan aplikasi. Lapisan ini berjalan dalam Android runtime dengan menggunakan kelas dan service yang tersedia pada framework aplikasi.
Lapisan aplikasi android sangat berbeda dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Pada android semua aplikasi, baik aplikasi inti (native) maupun aplikasi pihak ketiga berjalan diatas lapisan aplikasi dengan menggunakan pustaka API (Application Programming Interface) yang sama.
 
sumber: http://eftutor.blogspot.com/2012/11/artikel-tentang-arsitektur-android.html

Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Kisruhnya pendidikan di republik ini berkaitan dengan lemahnya peran orang tua dan masyarakat. Pendidikan diserahkan hampir sepenuhnya kepada pemerintah. Minim perhatian terhadap apa yang terjadi di seputar pendidikan baik itu guru, kurikulum dan metode pengajaran. Tidak heran pendidikan di republik ini menghasilkan manusia-manusia yang tidak sesuai dengan harapan.

Peranan orang tua dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari tugas manusia secara umum.

Dari sejarah dapat dilihat bahwa tugas pokok manusia tersimpan dalam kutipan berikut, "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Bila dipilah, tugas pertama manusia adalah beranak cucu dan bertambah banyak.
Manusia diberi mandat untuk mempunyai keturunan yang berkualitas- rohani, intelek, emosi, kehendak dan phisik yang sehat. Dengan kata lain, manusia diperintahkan untuk menghasilkan manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang mirip dengan Penciptanya. Hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakannya seirama dengan hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakan PenciptaNya. Ada kemiripan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pikiran dan tindakan manusia merupakan derivatif dari pikiran dan tindakan Tuhan.

Tugas manusia yang kedua adalah memenuhi dan menaklukkan bumi dan menguasai yang ada di dalamnya. 

Ada hubungan yang tidak terpisahkan antara tugas yang pertama dan yang kedua. Dengan bertambahnya keturunan manusia yang "seutuhnya", diharapkan daerah-daerah yang kosong dapat dihuni, dikuasai, dan dipelihara. Ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi ada dalam kuasa mereka. Mereka harus merawat lingkungan di mana mereka hidup, memelihara tanah agar tetap baik dan subur, menjaga binatang agar tetap lestari. Dengan kata lain, manusia diberi kuasa untuk memelihara dan mengembangkan bumi dan segala isinya.

Dalam kedua tugas itu sudah tersimpan esensi pendidikan.
Peran orang tua sangat besar dalam mendidik anaknya. Seorang ibu yang melahirkan anak menjaga dan memeliharanya dengan baik. Ibu menyusui anaknya; orang tua memperkenalkan alam kepada anaknya: bunga di halaman rumah, burung dalam sangkar dan yang lain-lain.
Mereka terus mendidik anaknya dengan sabar agar dapat mengucapkan kata, berbicara, makan dan berjalan sendiri. Mereka mengenalkan alam kepada anaknya dan memberikan contoh bagaimana melakukan tugas sehari-hari di rumah: mencuci piring, memasak, membersihkan rumah dan sebagainya.
Bahkan sampai menginjak dewasa, orang tua masih terus mendidik anaknya agar menjadi anak yang mandiri dan matang, dan dapat menjalani hidupnya sendiri. Selain itu, orang tua memberikan nilai-nilai etis: apa yang baik dan yang tidak baik bagi masyarakat.

Apa yang diberikan orang tua kepada putra-putrinya merupakan esensi dari pendidikan secara umum.
Orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Orang tua mendidik anaknya tentang prinsip hidup; bagaimana anak seharusnya hidup; bagaimana anak berinteraksi kepada Penciptanya, sesama manusia dan alam. Meminjam istilah para filosof, orang tua mengajarkan kebenaran kepada putra-putrinya.
Apakah peran orang tua masih dominan dalam pendidikan anak-anaknya sekarang? Tugas itu, bila tidak semuanya, hampir semua sudah diambil alih oleh pemerintah. Hak mendidik anak yang seharusnya merupakan tanggung jawab orang tua, sekarang ada di tangan pemerintah. Pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan. Pemerintah menentukan apa yang akan diajarkan kepada siswa dan menentukan siapa yang mendidik mereka.

Peran pemerintah yang begitu besar mengundang beberapa pertanyaan. Apakah ada garansi bahwa guru mendidik murid seperti orang tua mendidik anaknya? Apakah ada garansi bahwa materi pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua? Sejauh mana seharusnya pemerintah menentukan kebijakan pendidikan? Namun, masyarakat tidak begitu perduli dengan hal ini. Kalaupun ada yang peduli, isu-isu yang mereka ajukan tidak diabaikan.

Dituntut sebuah kesadaran, peran orang tua dan masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan yang baik. Masih diperlukan banyak pemikiran bagaimana pendidikan yang menghasilkan anak didik yang taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan yang berkarakter

sumber: http://www.putra-putri-indonesia.com/peran-orang-tua.html

Sabtu, 06 Oktober 2012

Portofolio

Nama : Aditya Tri Prihanto
NPM : 10110218
Kelas : 3KA09
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat tanggal lahir : jakarta,26 Agustus 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Mahasiswa
Tinggi,berat badan : 167,60 kg
Agama : Islam
Alamat lengkap : jl.Masjid al-ikhlas1  no.20 Aren jaya-Bekasi timur
No Telp : 081286761834
E-mail : adithahn@ymail.com

Pendidikan
1997-2003 : SDN Arenjaya1
2003-2007 : SMPN 11 Bekasi
2007-2010 : SMA PGRI 1 Bekasi

Kemampuan
1. Photoshop

Piagam
1. Pusat Pendidikan Terpadu Zenith, 2007
2. Juara Umum Model Vestival Penjasor, 2007
3. Perkemahan Terpadu Penggalang dan  Penegak di Lingkungan PPLP DASEMEN PGRI,2008
4. Pelatihan Sablon,2008
5. Pemecahan Rekor Muri Lompat Tali dan Multi Event Model kompetisi penjasor,2008
6. Test of English as a Foreign Language,2010
7. OSIS SMA PGRI 1 Bekasi,2007-2009

Rabu, 03 Oktober 2012

Implemntasi Grafik Komp & Pengolahan Citra Dalam Kehidupan Sehari-hari

Grafik komputer merupakan salah satu ilmu yang dipelajari di teknik informatika dan ilmu komputer. Aplikasi grafik komputer ini sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu pemilihan software yang tepat akan sangat membantu menciptakan bentuk-bentuk objek dengan realisme nyata. Borland C++ Builder Prefessional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang menyediakan tool-tool dan fungsi-fungsi untuk pembuatan aplikasi grafik.
Ada lagi fasilitas-fasilitas GDI (Grafical Device Interface) yang dipunyai oleh Borland C++ Builder ini akan sangat memudahkan penggunanya dalam menciptakan aplikasi grafik.
Borland C++ Builder menyediakan beberapa algoritma untuk mempresentasikan objek agar terlihat lebih nyata.
Adapun perbedaan grafik komputer dan pengolahan citra. Grafik komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu objek gambar. Sedangkan pengolahan citra adalah mengolah sebuah citra lama sehingga menjadi citra baru.
Contoh Grafik komputer dalam kehidupan sehari – hari :
1.Bidang hiburan. Misalkan pada film,grafik komputer menghasilkan efek animasi yang baik.

CONTOH KARYA ANIMASI DALAM SEBUAH FILM
2.Bidang Pendidikan,grafik komputer pada pendidikan digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada siswa secara nyata, dapat melalui power point ataupun software lainnya.
CONTOH GAMBAR SEBUAH PRESENTASI
3.Computer Art
Computer art adalah penggunaan komputer grafis untuk menghasilkan karya-karya seni.
Hasil dapat berupa kartun, potret, foto, layout media cetak, logo, lukisan abstrak, desain
interior atau eksterior, dan lain sebagainya. Contoh: Adobe Photoshop, Corel Painter, GIMP.
GAMBAR  GIMP—APLIKASI IMAGE EDITING UNTUK DIGITAL ART
4.Video Game
Video game adalah permainan yang melibatkan interaksi dengan user interface untuk
menghasilkan umpan balik berupa visualisasi pada perangkat video. Aplikasi banyak beredar
di pasaran mulai yang sederhana 2 dimensi, seperti tetris, hingga yang rumit, 3 dimensi, dan
memerlukan resource banyak, seperti game sepakbola Winning Eleven. Dari yang yang
standalone hingga online network, seperti Ragnarok. Dari PC, console, hingga mobile devices.
GAMBARVIDEO GAME MENGGUNAKAN GRAFIK KOMPUTER. GAMBAR INIADALAH PERMAINAN TETRIS & SEPAK BOLA
5.Computer-Aided Design (CAD)
CAD adalah alat bantu berbasis komputer yang digunakan dalam proses analisis dam desain,
khusunya untuk sistem arsitektural dan engineering. CAD banyak digunakan dalam
mendesain bagunan, mobil, pesawat, komputer, alat-alat elektronik, peralatan rumah
tangga, dan berbagai produk lainnya.
CONTOH APLIKASINYA : AUTO-CAD
6.Computer-Aided Sofware Engineering (CASE)
CASE mirip dengan CAD tetapi digunakan dalam bidang sofware engineering. CASE digunakan Dalam memodelkan user requirement, pemodelan basisdata, workflow dalam proses bisnis, struktur program, dan sebagainya. Contoh aplikasi: Rational Rose, SyBase Power Designer.
7. Virtual Reality
Virtual Reality adalah lingkungan virtual yang seakan-akan begitu nyata di mana user dapat Berinteraksi dengan objek-objek dalam suasana atau lingkungan 3 dimensi. Perangkat keras khusus digunakan untuk memberikan efek pemadangan 3 dimensi dan memampukan user beriteraksi dengan objek-objek yang ada dalam lingkungan. Contoh: aplikasi VR parachute trainer yang digunakan oleh U.S. Navy untuk latihan terjun payung. Aplikasi ini dapat memberikan keutungan berupa mengurangi resiko cedera selama latihan, mengurangi biaya penerbangan, melatih perwira sebelum melakukan terjun payung sesungguhnya.
8. Visualisasi Data
Visualisasi Data adalah teknik-teknik membuat image, diagram, atau animasi untuk Mengkomunikasikan pesan. Visualisasi telah menjadi cara yang efektif dalam mengkomunikasikan baik data atau ide abstrak maupun nyata sejak permulaan manusia. Contoh: visualisasi dari struktur protein, strutur suatu website, visualisasi hasil data mining.
Contoh Implementasi Dari Olah Citra Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1.Bidang kesehatan, digunakan untuk rontgen tubuh manusia yang berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan di tubuh.
CONTOH GAMBAR RONTGEN
2.Bidang visual, bisa digunakan untuk pemotretan lewat satelit, GPS, foto kamera dan lain-lain.
CONTOH GAMBAR YANG DI AMBIL OLEH SATELITE
3.Mikroskop elektron adalah salah satu contoh dari pengolahan citra dalam bidang kedokteran, yang di maksud dengan mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang dapat memperbesar detail sangat kecil dengan kekutan sehingga menyelesaikan tinggi akibat penggunaan elektron sebagai sumber penerangannya. Pembesaran dalam hal ini di tingkat hingga 2.000.000 kali. Adapun kegunaan dari mikroskop elektron yaitu digunakan dalam  patologi anatomi. Patologi anatomi ini berfungsi untuk mengindentifikasi organel dalam sel namun kegunaanya telah sangat dikurangi dengan immunhistochemistry tetapi masih tak tergantikan untuk diagnosis penyakit ginjal, identifikasi sindrom silia immotile dan banyak tugas-tugas lainnya.
Contoh aplikasi lainnya :
* pemetaaan tutupan lahan dan pendeteksian perubahan lahan
* penilaian pertanian dan monitoring
* manajemen pantai dan sumber daya laut
* explorasi mineral
* explorasi minyak dan gas
* manajemen sumber daya hutan
* perencanaan kota dan pendeteksian perubahan lahan kota
* pemasangan dan perencanaan telekomunikasi
* oseanografi fisik
* pemetaan topografis dan geologis
* pemetaan dan pendeteksian es laut

Pers Islam di Indonesia dalam Kebebasan Dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Untuk mencapai sasaran dari berbagai program pembangunan, termasuk program pembangunan di bidang agama, suatu hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah keikutsertaan bidang kerja pers (jurnalistik) serta berbagai sarana komunikasi yang menyalurkan dan membawa gema, pesan maupun aktivitas pembangunan itu sendiri.
Dalam kaitan itu, aktivitas pers serta komunikasi ditujukan atau diarahkan guna mencapai serta mewujudkan iklim yang dapat menumbuhkan pengertian yang tepat di kalangan masyarakat akan tujuan pembangunan tersebut.
Sebelum menjadi realitas sehari-hari, konsepsi kebebasan dan pelaksanaan kebebasan pers akhirnya tidak dapat dipisahkan dari pandangan masyarakat terhadap citra pers.
Peranan dan efektivitas pers sebagai sarana komunikasi dalam memperlancar pembangunan serta mewujudkan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang positif dengan membawa berbagai informasi dan gagasan guna membangkitkan gairah masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan sudah cukup dirasakan.
Jadi, pers merupakan sarana memberikan informasi kepada khalayak ramai yang sifatnya positip sehingga masyarakat mengetahui fakta-fakta atau berita-berita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari atau hal-hal yang berkaitan dengan suatu peristiwa penting. Oleh karena itu, dalam makalah ini bagaimanakah kebebasan pers dan tanggung jawab pers menurut pandangan Islam.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Pengertian kebebasan dan tanggung jawab pers
b. Grafik Pelaksanaan Kebebasan Pers
c. Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam
d. Pers dan perubahan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB PERS
MENURUT PANDANGAN ISLAM
A.    Pengertian Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers
Bebas artinya lepas, tidak tergantung, merdeka, tidak diwajibkan: bebas daripada membayar pajak, lepas dalam rumahnya tiap-tiap orang bebas berbuat sekehendak hatinya asal jangan mengganggu kesenangan orang.[1]
Dalam TAP MPR No. IV/1973 dikatakan dengan jelas tentang pembinaan pers yang sehat, yakni bebas dan bertanggung jawab yang memungkinkan pers di satu pihak memberikan penerangan kepada masyarakat seluas mungkin dan sobyektif mungkin, di lain pihak merupakan saluran pendapat rakyat yang konstruktif. Unsur bebas dan bertanggung jawab dalam keseimbangan yang selaras, jelas telah diletakkan secara formal dalam Ketetapan MPR yang bersangkutan, begitu pula dalam Undang-Undang tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers, khususnya yang bersangkutan dengan fungsi, kewajiban dan hak pers.
Namun juga sebagaimana tertuang dalam pasal 5 Undang-undang Pokok Pers, imbangan terhadap kebebasan tersebut yang berupa tanggung jawab nasional dalam pelaksanaan fungsi, kewajiban dan hak pers, selalu disebutkan dalam satu nafas dengan kebebasan tersebut.
Kebebasan pers ini dirumuskan baik dalam bentuk-bentuk yang positif (bebas untuk menjalankan kontrol, kritik dan koreksi yang konstruktif sebagaimana yang disebut dalam pasal 3 Undang-undang Pokok Pers), maupun dalam bentuk yang negatif.
Sebelum menjadi realitas sehari-hari, konsepsi kebebasan dan pelaksanaan kebebasan pers akhirnya tidak dapat dipisahkan dari pandangan masyarakat terhadap citra pers.
B.     Grafik Pelaksanaan Kebebasan Pers
Pelaksanaan konsep kebebasan pers akan selalu dipengaruhi berbagai faktor yang melingkupinya. Artinya, pelaksanaan kebebasan pers, baik di Amerika maupun di Indonesia, bukanlah sesuatu yang bebas dari pengaruh nilai-nilai yang berlaku dan berkembang pada saat konsep kebebasan itu dilaksanakan. Begitu pula pelaksanaan konsep kebebasan pers amat tergantung kepada masalah-masalah teknis hukum, sehingga dapat saja terjadi dalam praktiknya justru menjadi kabur.
Faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan konsep kebebasan pers adalah sikap per situ sendiri. citra pemakaian kebebasan pers akan memberikan dampak luas terhadap pelaksanaan kebebasan pers. Dengan kata lain, pelaksanaan kebebasan pers pada akhirnya ditentukan oleh hasil interaksi faktor-faktor yang melingkupi kebebasan per situ sendiri.
C.    Kebebasan dan Tanggung Jawab Pers Menurut Pandangan Islam
Kebebasan pers di Indonesia berlandaskan, dari masing-masing seginya di bawah ini:
a.       Idiil : pada Pancasila[2]
b.       Konstitusional: pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR.
c.       Strategis : pada Garis-garis Besar Haluan Negara
d.    Yuridis: pada Undang-Undang N0.11 tahun 1966 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers serta segenap peraturan-peraturan pelaksanaannya.
e.       Kemasyarakatan: pada tata nilai sosial yang berlaku pada masyarakat Indonesia.
f.       Etis: pada norma-norma kode etik profesionil.
Dalam alam pembangunan, kebebasan pers perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab terhadap stabilitas nasional, kesamaan dan ketertiban umum. Kebebasan pers perlu pula dilaksanakan dengan landasan sikap yang dewasa dan dalam suasana harmoni terhadap lingkungan, sehingga merangsang tumbuhnya kreativitas masyarakat dan tidak sebaliknya menimbulkan ketegangan-ketegangan yang bersifat antagonis. Suatu penerapan kebebasan pers atas dasar nilai-nilai lain yang tidak cocok dengan sistim nilai lingkungan yang ada akan menimbulkan distansi-distansi yang tidak menguntungkan, dan kadang-kadang mengakibatkan gejolak-gejolak dan ketegangan-ketegangan sosial.
Kebebasan dan tanggung jawab pers dalam Islam sebenarnya tidak ada permasalahan selama tidak menyimpang dari norma, etika dan moral. Sebagai contoh dalam Islam juga memerlukan pers, sebab kebebasan pers itu artinya sekehendak siapapun juga tanpa ada yang mengganggu akhirnya dakwah pun bisa secara pers. Akan tetapi berdakwah lewat pers tentunya memiliki teori-teori atau cara-cara tersendiri yang sangat berkaitan erat dengan metode-metode jurnalistik yang ada dalam kaidah-kaidah ilmu komunikasi massa. Makanya untuk mendukung itu semua dalam pendidikan perguruan tinggi Islam menyelenggarakan pendidikan penyiaran dan komunikasi dan dakwah.[3]
Sesungguhnya sejak masa kebangkitan dan perkembangan islam, berdakwah melalui pers sudah dipandang Rasulullah saw sebagai salah satu bentuk atau langkah dakwah efektif.
Secara sederhana, jurnalistik dakwah bisa diartikan sebagai kegiatan berdakwah melalui karya tulisan. Karya tulisan itu dimuat di media pers. Baik dalam bentuk berita, feature, artikel, laporan, tajuk dan karya jurnalistik lainnya.
Karena dimaksudkan sebagai pesan dakwah, maka karya-karya jurnalistik itu sudah barang tentu berisi ajakan atau seruan mengenai pentingnya meraih keberhasilan, mencapai kemajuan, mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kenistaan. Ajakan dan seruan yang semuanya bersumber dari aqidah Islam, tauhid dan keimanan.
Kebebasan pers dalam menurut pandangan Islam harus sesuai dengan azas atau norma yang berlaku jangan sampai pers tersebut menyimpang dari azas atau norma tersebut. Sekarang ini kita liat realitanya banyak pers yang menyimpang dari ajaran-ajaran norma yang berlaku misalnya maraknya pers majalah yang bersifat negatif porno aksi, hal tersebut menyimpang dari ajaran agama Islam.
Adapun azas atau norma dalam kebebasan pers sebagai berikut:
1)      Azas manfaat, yakni yang dalam penerapannya di bidang dalam pers mengandung pengertian, bahwa segala pemberitaan dan ulasan dalam pers/suratkabar harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga Negara .
2)      Azas perikehidupan dalam keseimbangan, yakni yang dalam penerapannya di bidang pers mengandung pengertian bahwa dalam segala pemberitaan dan ulasannya, pers/suratkabar memegang teguh pemberitaan antar yang dimilikinya dalam menjalankan kritik-kritik dan control social yang kunstruktif, dan tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kesalamatan rakyat, ketertiban umum dan keamanan Negara, moral, dan tata susila serta kepribadian bangsa.
D. Pers Dan Perubahan Sosial
a. Arah Perkembangan Media Massa Deasa Ini, peranan media massa dalam pembangunan dapat di tinjau dari berbagai segi. Hal itu, misalnya, dapat didekati atas dasar penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menganalisa semua literatur tentang peranan media massa dalam pembangunan. Orang juga dapat melihatnya atas dasar hasil penelitian sendiri atau penelitian orang lain. Pendekatan empiris itu banyak dilakukan dan menjadi bahan penulisan berbagai buku tentang komunikasi massa dan pembangunan.
b. Media Massa Dan Masyarakat, hubungan antara media dan masyarakat menjadi bahan pembahasan yang tak ada habis-habisnya. Hubungan itu kausal atau fungsional? Jika hubungannya kausal; pertanyaan yang minta jawaban adalah: siapa penyebabnyadan siapa yang menanggung akibatnya. Pernah diperkirakan, yang menjadi penyebab dalam relasi yang kausal itu ialah masyarakat dan lembaganya yang memiliki kekuasaan eksekutif, yaitu pemerintah. Berbagai reaksi timbul terhadap pemikiran ekstrem itu; ada periode, ketika yang ditempatkan sebagai penyebab ialah media massa. Media massa penyebab semua pengaruh terhadap masyarakat.
c. Mendorong kemajuan masyarakat, premis bahwa media massa harus lebih dulu memahami persoalan-persoalan pokok masyarakat bangsanya, amat sentral. Misalnya, media memahami bahwa masyarakat indonesia ialah masyarakat majemuk dalam berbagai latar belakangnya, suku bangsa, keturunan, agama, kebudayaan, lingkungan dan daerah. Bahwa dalam masyarakat, ada nilai-nilai yang dapat menjadi instrumen dan perangsang kemajuan, adapula nilai-nilai yang menjadi penghambat; ada nilai-nilai yang konservatif, ada yang progresif. Ada ua kecenderungan yang saling menunjukkan kekuatan dan melakukan suatu kompetisi, yaitu; 1. Kecenderungan-kecenderungan primordial, beberapa di antaranya amat kuat; dan 2. Kecenderungan-kecenderungan pembebasan di
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Bebas artinya lepas, tidak tergantung, merdeka, tidak diwajibkan: bebas daripada membayar pajak, lepas dalam rumahnya tiap-tiap orang bebas berbuat sekehendak hatinya asal jangan mengganggu kesenangan orang.
Dalam TAP MPR No. IV/1973 dikatakan dengan jelas tentang pembinaan pers yang sehat, yakni bebas dan bertanggung jawab yang memungkinkan pers di satu pihak memberikan penerangan kepada masyarakat seluas mungkin dan sobyektif mungkin, di lain pihak merupakan saluran pendapat rakyat yang konstruktif. Unsur bebas dan bertanggung jawab dalam keseimbangan yang selaras, jelas telah diletakkan secara formal dalam Ketetapan MPR yang bersangkutan, begitu pula dalam Undang-Undang tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pers, khususnya yang bersangkutan dengan fungsi, kewajiban dan hak pers.
Kebebasan dan tanggung jawab pers dalam Islam sebenarnya tidak ada permasalahan selama tidak menyimpang dari norma, etika dan moral. Sebagai contoh dalam Islam juga memerlukan pers, sebab kebebasan pers itu artinya sekehendak siapapun juga tanpa ada yang mengganggu akhirnya dakwah pun bisa secara pers. Akan tetapi berdakwah lewat pers tentunya memiliki teori-teori atau cara-cara tersendiri yang sangat berkaitan erat dengan metode-metode jurnalistik yang ada dalam kaidah-kaidah ilmu komunikasi massa. Makanya untuk mendukung itu semua dalam pendidikan perguruan tinggi Islam menyelenggarakan pendidikan penyiaran dan komunikasi dan dakwah.

Daftar Pustaka
Simorangkir, Hukum dan Kebebasan Pers, (Bandung: Binacipta, 1980), hal. 14
Sumono Mustoffa, Kebebasan Pers Fungsional, (Jakarta: PT Inti Idayu Press, 1978), hal.62
Sutirman Eka Ardhana, Jurnalistik Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995), hal. 14
Oetama Jakob, Perspektif Pers Indonesia, (Jakarta: LP3ES, 1987), hal. 89

sumber : http://edukasi.kompasiana.com